Di hari akbar ini hari raya idul adha ini sungguh kita benar-benar berada dalam karunia dan rahmat Alllah SWT yang amat besar. Karena saat ini kita dikumpulkan oleh Allah SWT di tempat ini dengan tujuan menggapai kemuliaan dihadapan Allah SWT. Merenunglah sejenak akan keberadaan saudara-saudara kita yang belum di pilih oleh Allah untuk mendapat rahmatNya , yaitu mereka yang di saat ini telah berada didalam sebuah tempat berkumpul akan tetapi Allah murka kepada mereka. Yaitu mereka-mereka yang lalai dan sibuk mengikuti hawa nafsu mereka sehingga mereka tercebur didalam lubang kemaksiatan dan kenistaan.
Akan tetapi kita pada saat ini pada detik ini dihantarkan dan dimudahkan oleh Allah untuk yang diridhoi oleh Allah, yaitu sholat ied bersama di tempat ini.Inilah nikmat dan rahmat besar dari allah swt dari Allah untuk kita .
Hari Raya qurban adalah hari raya besar untuk umat nabi Muhammad saw yang didalamnya tersimpan makna yang luar biasa agung dan pelajaran yang amat berarti bagi kita yang mau menginsafi dan merenunginya. Kisah dahsyat yang terjadi pada dua kekasih Allah dan utusanNya Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as bapak dan anak yang saling mencintai karena Allah SWT. Bahkan sebelum kehadiran sang anakpun nabi Ibrahim as adalah seorang bapak yang sangat menanti kehadiran sang putra. Dan disaat sang putra hadir dan mulai bisa diajak bertukar pikiran ternyata Allah SWT yang memiliki segala sesuatu meminta kepada Nabi Ibrahim untuk mengembalikan putranya kepada Allah SWT dengan cara menyembelihnya.
Allah swt adalah Dzat yang tidak pernah mengambil sesuatu dari hamba-hambaNya yang dicintai keculai karena Allah swt ingin menggantikannya dengan yang lebih baik atau ingin mengabadikannya kelak disurga. Itulah keyakinan yang ada pada Nabi Ibrahim AS dan seperti itulah yang harus diyakini oleh semua ahli iman. Dengan keyakinan inilah maka perintah tersebut bagi Nabi Ibrahim tidak di rasa sebagai sesuatu yang berat dan membebaninya. Dan akhir kisahnya ternyata Nabi Ismail As tetap di jaga oleh Allah di dunia dan kelak di akhirat akan di pertemukan oleh Allah SWT di surga.
Sungguh sebesar apapun bencana yang ditimpakan oleh Allah kepada orang yang beriman , itu semata-mata justru karena Allah mencintai mereka. Karena Allah ingin memberi mereka satu dari tiga hal yaitu karena Allah 1- Ingin mengampuni mereka, 2-ingin mengangkat derajat mereka 3-atau karena Allah ingin memulaikan mereka disurga kelak dengan pahal-pahala yang tak terduga. Jadi tidak ada qurban yang sesungguhnya bagi seorang mukmin dan tidak ada musibah yang sesungguhnya bagi seorang mukmin, Makna inilah yang harus kita hadirkan di hadapan anekaragam musibah yang menimpa negeri ini.
Kisah yang terjadi kepada nabi Ibrahim dan nabi Ismalil as adalah pelajaran berharga bagi kita . Seorang bapak yang sangat membanggakan putranya dan sangat mencintainya di perintahkan oleh Allah untuk menyembelihnya. Perintah yang secara dohir bertentangan dengan hati nurani seorang bapak, akan tetapi karena itu adalah perintah Allah swt maka bergegaslah Nabi Ibrahim melaksanakannya dengan penuh keyakinan bahwa semua ini adalah milik Allah dan akan kembali kepada allah. Dan Allah tidak akan mengambil sesuatu dari hambanya kecuali karena Allah ingin menggantinya dengan yang lebih baik atau mempertemukan dengan yang di cintainya disurga..
Barang kali bisa kita sebut pengorbanan Nabi Ibrahim adalah sebagai pengorbanan yang tiada tandingnya yaitu seorang seorang bapak yang rela mengorbankan anak tercintanya demi menjalankan perintah Allah SWT.
Begitu agungnya makna pengorbanan nabi Ibrahim as untuk bisa menjadi suri tauladan maka Allah abadikan kisah tersebut didalam syariat nabi Muhammad saw yaitu dengan dianjurkannya seorang muslim yang mampu untuk menyembelih qurban baik itu domba, sapi atau onta.
Akan tetapi yang harus kita pahami, qurban kambing dan onta adalah sebagai simbol sebuah pengorbanan yang harus kita ikuti secara dhohir dalam kehidupan kita akan tetapi ada makna tersirat dibalik penyembelihan domba atau onta yang lebih dalam lagi maknanya yaitu menghadirkan makna pentingnya pengorbanan dengan mencontoh kisah agung yang terjadi pada nabi Ibrahim dan Ismail as.
Artinya pengorbanan yang kita butuhkan tidak sekedar menyembelih kambing .Akan tetapi untuk mengabadikan nikmat yang kita cintai yang diberikan oleh Allah kepada kita pengorbanan yang kita butuhkan tidak sekedar menyembelih kambing. Menghayati makna dibalik kisah nabi Ibrahim as yaitu berkorban dalam arti memberikan apa yang diberikan Allah SWT kapada kita dari hal-hal yang kita banggakan dan kita cintai untuk Allah swt.
Dan sungguh alangkah kecilnya kambing bagi seorang yang memiliki tabungan berjuta-juta. Dan sungguh alangkah sedikitnya nilai sekor sapi bagi seorang yang di karuniai jabatan dan harta melimpah ruah. Akan tetapi melangkah menuju pemahaman qurban yang lebih bermakna adalah hal yang sangat kita butuhkan.
Kita yang hadir ditempat ini dengan beraneka-ragam profesi dan jabatan serta karunia-karunia Allah yang lainya dari bermacam-macam model kekayaaan atau ilmu. Sudah waktunya kita berpikir cerdas untuk mengabadikan apa yang di titipkan oleh Allah kepada kita.
Anda yang di karuniai ilmu… lebih khusus lagi ilmu agama, jika anda bangga dan senang dengan kerunia tersebut maka abadikanlah ilmu anda dengan terus berjuang dan berjuang mengamalkan dan menyampaikan ilmu tersebut hanya karena kita mengharap balasan dari Allah swt. Maka tidak akan diganti oleh Allah seorang ahli ilmu yang menyampikan ilmunya hanya karena dunia atau jabatan. Karena yang demikian itu belumlah berkorban yang sesungguhnya karena Allah SWT. Amat perlu para ulama dan juru dakwah untuk senantiasa meninggakatkan kwalitas perjuangan dan pengorbananya dalam berdakwah agar benar benar kelak di akhirat bias melihat ilmu dan kiprah perjuanganya. Takutlah menjadi ulama-ulama penghuni neraka jahannam seperti yang banyak di sebut oleh Rasulullah SAW. Di dunia terlihat sebagai ulama yangan mengajak orang untuk dekat kepada Allah padahal hakekatnya adalah ulama memperdaya orang lain dengan agama untuk menghantar dunia dan jabatan kepadanya.
Anda yang punya jabatan…Jika anda menginginkan jabatan anda adalah jabatan yang bakal abadi kelak di surga Allah SWT. Maka belajarlah dari Nabi Ibrahim AS dengan merelakan apa yang di cintainya untuk Allah . Dan ketahuilah selagi anda merelakan apa yang anda cintai untuk Allah, Allah tidak akan membiarkan anda kehilangan yang anda cintai dan Allah akan mengganti yang lebih baik atau akan mengabadikan apa yang anda berikan untuk Allah SWT di surga nanti. Berkorban dengan jabatan anda untuk Allah bukan berari anda harus melepas jabatan yang anda sandang saat ini. Akan tetapi pergunakanlah jabatan yang diberikan oleh Allah kepada anda untuk yang Allah ridhoi. Banyak hal yang bisa anda lakukan untuk Allah sebagai bentuk pengorbanan dengan jabatan Anda. Sungguh sangat mudah bagi anda jika ingin masuk surga Allah SWT. Karena dengan jabatan anda, sangat mudah bagi anda untuk amar ma’ruf nahi munkar, menghentikan kejahatan, memudahkan dalam segala kebaikan, pintu anda menuju surga adalah sangat lebar dan jelas.
Banyak kita saksikan saat ini kemungkaran-kemungkaran susah ditangani oleh para ulama, susah ditangani oleh masyarakat akan tetapi jika seandainya ditangani oleh pejabat adalah sangat mudah. Maka beruntunglah anda menjadi pejabat jika anda menjadi pejabat yang rela berkorban untuk Allah SWT dengan jabatan anda. Dan sungguh celaka dan celaka jika ada orang yang oleh Allah diberi jabatan akan tetapi justru dengan jabatannya ini ia semakin jauh dari Allah dan menjadikan orang lain jauh dari Allah dan membiarkan kemungkaran meraja lela. Maka di saat itu sungguh jabatan yang seharusnya menghantarkan kepada kebahagiaan di surga Allah, akan tetapi justru mengantarkannya ke neraka Allah SWT.
Wahai para hartawan, yang dikarunia oleh Allah dengan harta yang melimpah ruah, Sungguh itu adalah nikmat besar dari Allah SWT. Jangan sampai nikmat harta yang di berikan oleh Allah tidak bisa anda lihat kelak di surga. Maka abadikanlah nikmat tersebut dengan cara berkorban meniru Nabi Ibrahim As. Jika Anda termasuk yang mencintai harta , jadikanlah harta anda ini adalah yang bakal menemani anda di alam barzah dan kelak di surga Allah SWT. Berkorbanlah dengan harta anda, berkorban dengan harta bukan berarti anda harus meninggalkan kekayaan. Berjuanglah anda mencari harta yang sebanyak-banyaknya akan tetapi disaat anda sudah bisa mengumpulkanya gunakanlah harta itu untuk yang Allah ridhoi. Ada masjid yang harus kita bangun, ada musholla yang harus kita benahi, ada madrasah dan pesantren yang menanti uluran tangan anda, ada yatim piatu yang harus kita bantu, ada fakir miskin yang harus kita santuni dan masih banyak pintu surga di sekitar anda yang tidak ada yang bisa memasukinya kecuali orang-orang yang berharta.
Itulah makna pengorbanan yang harus kita fahami dan bukan hanya seekor kambing. Apalah artinya seekor kambing bagi seorang jutawan dan miliyarder. Sungguh wahai para orang kaya bagi anda surga sangat dekat jika anda sadari, bagi anda pintu surga amat lebar jika anda tahu yang bisa anda dititi hanya dengan kekayaannya yang anda miliki.
Begitu sebaliknya yang diberi oleh Allah dengan harta melimpah ruah akan tetapi dia tidak diberi oleh Allah jiwa berkorban dengan hartanya, maka sungguh dengan harta ini ternyata Allah hanya ingin merendahkanya, ingin menghinakannya kelak di akhirat. Sehingga harta yang semestinya menjadikan dia mulya, ternyata justru harta itu menjadi sebab kehinaanya di hadapan Allah SWT kelak di akhirat.
Bagi anda yang tidak punya ilmu, harta dan jabatan. Maka ketahuilah andapun bisa berkorban dalam keadaan yang seperti itu. Bersabar duduk dengan para ulama,mencintai para ulama adalah sebuah pengorbanan yang menghantarkan anda untuk bisa bersanding dengan para ulam kelak di surga. Kemiskinan yang anda sandang jika anda hiasi dengan kesabaran dan ketabahan ternyata sebuah pengorbanan yang akan menghantar anda masuk surga mendahuli para hartawan dan pejabat yang ahli surga.
Inilah kaum muslimin dan muslimat hikmah qurban, hikmah Idul Adha yang bisa kami hadirkan pada kesempatan ini. Kesimpulannya adalah berkorban dengan simbol menyembelih kambing,sapidan onta adalah amalan sunnah yang harus kita lestarikan. Akan tetapi ada pengorbanan yang lebih dasyat yang sering terlupakan. Yaitu berkorban dan berjuang dengan apa yang diberikan oleh Allah kepada kita dari ilmu harta dan jabatan untuk Alllah SWT.